Digital clock

Jumat, 14 Desember 2012

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI



KERJASAMA DALAM MEMBUAT ASESMEN AUD
A.    Mengobservasi Kecerdasan Jamak Anak
Kecerdasan jamak (multiple intelligence) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, diskusi dan tulisan), logika matematik (kemampuan menggunakan logika matematika dalam memecahkan berbagai masalah ), visual spatial (kemampuan berfikir tiga dimensi
), bodily kinesthetic (keterampilan gerak,menari, olahraga), musical (kemampuan mengekspresikan musik, bunyi, irama, dan melodi), intrapersonal  (kemampuan  menyesuaikan diri dengan orang lain ), naturalis (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan), ( menurut Gardner), dan ada pula yang menyatakan adanya kecerdasa spiritual.
Kecerdasan jamak dipengaruhi 2 faktor yang saling berkaitan yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangakan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus-menerus.
Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan:
Ø  Fisik boilogis terutama gizi yang baik sejak dalam kandungan sampai remaja terutama untuk kecerdasan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit yang dapat mempengaruhi kecerdasan dan keterampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Ø  Emosi kasih sayang yaitu dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman lebih banyak memberikan kasih sayang.
Ø   Stimulasi dini meliputi ransangan yang terus-menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua sestem sensorik dan motorik.
Ketiga kebutuhan tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin dalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit maka perkembangan otak tidak optimal. Bisa kebutuhan emosi dan kasih saying tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga bervariasi.
                              ©            Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap,bacakan cerita berulang-ulang,rangsang untuk berbicara dan bercerita,nyanyikan lagu anak-anak,dan lain-lain.
                              ©            Melatih kecerdasan logika matematika dengan mengelompokkan, menyusun, menghitung mainan, bermain angka, congklak, catur, teka-teki, puzzle, monopoli, menyebut angka, menghitung jumlah keluarga, menyebutkan nama-nama hari,
                              ©            Mengembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, puzzle, rumah-rumahan, gerak tinggi randah, mencampur warna,
                              ©             Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan diatas satu garis, berlari, melompat melempar menangkap, menari, olahraga permainan, dan keseimbangan.
                              ©            Merangsang kecerdasan  musical dengan mendengarkan music, bernyanyi, memainkan alat music, mengukuti nada dan irama, juga bersuara dan diam, kotak kartu music, tebak nada lagu, dan tepuk tangan.
Sandor dalam Kamtini dan Tanjung (2005) mengemukakan, bernyanyi di iringi gerakan tubuh sangat berhubungan erat, karena irama lagu dapat mempegaruhi dan mengendalikan pusat saraf dan dapat pula memberikan latihan-latihan pada tenggorokan. Dengan musik  disertai gerakan ini bertujuan untuk menstimulasi kecerdasan anak.
                              ©            Melatih kecerdasan emosi-interpersonal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, tv, bola gilir, dan kancing-kancing lucu.
                              ©            Kecerdasan intra-personal yaitu dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang cerita, permainan memasangkan, dan permainan es batu.
                              ©             Merangsang kecerdasa naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata dihutan, gunung, sungai, pantai, awan, bulan, bintang dan lain-lain.
                              ©            Kecerdasan spiritual, contoh permainannya topeng spongebob.

Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus-menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak akan mempunyai kecerdasan yang jamak.

B.     Kolaborasi Dalam Merancang Asesmen Kecerdasan AUD
Asesmen adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan mendokumentasikan kinerja dan karya siswa dan bagaimana ia melakukannya sebagai dasar penambilan keputusan pendidikan anak yang berguna bagi siswa. Asesmen tidak digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program tetapi untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar anak yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Tujuan Asesmen (evaluasi):
¥  mengukur efek pengajaran, tujuan utama evaluasi adalah memperoleh gambaran tentang efek atau pengaruh dari pengajaran yang telah diberikan terhadap penguasaan kemampuan yang ingin dicapai. Efek atau pengaruh tersebut dapat diketahui bila dilakukan perbandingan antara hasil yang dicapai anak sebelum dan sesudah pembelajaran diberikan, dan
¥   memperbaiki pengajaran, dilakukan untuk memperbaiki cara mengajarkan bagian bagian tertentu yang tidak dimengerti anak.
Prinsip-prinsip Asesmen:
¥  Holistik
Perkembangan semua akpek perkembangan di akses untuk mengetahui perkembangan, kelebihan dan kelemahan serta kebutuhan anak.
¥  Otentik
Dilakukan melalui kegiatan yang ril, fungional dan alami dengan harapan hasil asesmen menggambarkan kemampuan anak yang sesungguhnya.
¥  Kontinyu
Dilakukan setiap saat ketika anak melakukan kegiatan belajar. Asesmen dapat dilakukan secara harian, mingguan, tergantung kapan guru memandang saat yang tepat bagi seorang anak untuk dilihat kemampuannnya.
¥  Individual
Asesmen dilakukan untuk melihat perkembangan setiap anak secara individu meskipun mugkin dilakukan saat anak melakukan kegiatan kelompok.
¥  Multi sumber dan multi konteks
Asesmen dilakukan pada berbagai konteks.contoh melihat perkembangan motorik halus seorang siswa, guru dapat melihatnya saat kegiatan menggunting, mewarnai bola, menggambar bentuk, dan menempel.
Teknik asesmen:
¥  Narrative opservation(catatan narativ)
¥  Anecdotal record (catatan anekdot)
¥  Running record (catatan cepat)
¥  Time sampling
¥  Daftar cek
¥  Portofolio  digunakan untuk memantau perkembangan anak.

Asesmen untuk pemantauan perkembangan tersebut akan disusun berdasarkan tingkat pencapaian yang menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan anak pada rentang usia tertentu yang merupakan integrasi aspek pemahaman nilai-nilai agama dan moral, fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional. Hal ini dilakukan bardasarkan bahwa perkembangan anak secara unik dan bergkesinambungan yang berarti bahwa tingkat perkembangan yang dicapai pada suatu tahap diharapkan meningkat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Penyusunan system asesmen PAUD dilakukan dengan beberapa program kerja:
1)      Menentukan visi dan misi yang menjamin ketersediaan lingkungan belajar yang kondusif
2)      Mendesain kebijakan kesiswaan
3)      Mendesain kurikulum dan kegiatan belajar mengajar
4)      Mempersiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
5)      Membuat desain saran dan prasarana
6)      Memperluas jaringan hubungan masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar